4 Kesalahan Pebisnis Online

4 Kesalahan Yang Harus Dihindari Pebisnis Online

Semakin meningkatnya pengguna internet bisa menjadi peluang besar untuk bisnis kita. Dengan meng-online-kan bisnis, maka kita bisa meningkatkan jumlah dari penjualan kita. Namun kita harus menghindari 4 kesalahan pebisnis berikut saat menjalankan bisnis online kita.
Kesalahan pebisnis online itu antara lain :
1.Tidak membangun database konsumen. Database konsumen sangatlah penting, tidak hanya untuk leads tetapi juga untuk membangun customer relationship management. Untuk membangun database konsumen kita bisa melakukan beberapa cara, contohnya memberikan free Ebook , free video tutorial, maupun free voucher, dan sebagai syaratnya mereka harus mengisi form isian biodata untuk mendapatkannya.

2.Kesalahan pebisnis online yang kedua adalah menyediakan pilihan customer support yang terbatas. Ketika konsumen masuk ke website kita, mereka seharusnya diberikan kemudahan untuk menghubungi kita. Bentuk kemudahan yang bisa kita sediakan antara lain dengan memberikan info kontak no.HP, Whatsapp, PIN BB, Email, live chat,9 atau bahkan alamat bisnis Anda.

3.Kesalahan pebisnis online yang ketiga adalah terlalu banyak menyetok barang di awal. Banyak pebisnis online pemula yang berasumsi bahwa pelanggan akan langsung datang saat website mereka sudah aktif, sehingga mereka mulai menyetok banyak barang. Memang benar dengan membeli dalam jumlah besar akan memangkas margin cukup besar, namun jika penjualan yang ada tidak sebanyak barang yang distok maka penyimpanan kita akan dipenuhi oleh barang yang tidak laku dan ini tentunya jadi cost yang harus bisnis kita tanggung.

4.Kesalahan pebisnis online yang keempat adalah menawarkan diskon yang mudah untuk diprediksi konsumen. Menginfokan promosi terlalu jauh dari waktunya dan memberikan diskon yang bisa diprediksi, seperti “diskon hingga 35% untuk pembelian setiap hari Senin” akan mengganggu penjualan harian kita. Jika promosi yang kita lakukan mudah ditebak, maka konsumen kita akan menahan pembeliannya hingga waktu berlakunya promosi tersebut. Calon konsumen menjadi “dimanjakan” dengan diskon yang kita berikan dan berhenti membeli dengan harga normal. Selain itu, dengan terus-terusan memberikan diskon akan membuat produk kita dianggap tidak laku dan tentunya hal ini akan merusak merek kita.
Sumber :webpraktis. com
Dipersembahkan oleh
kaay-official.com

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

You might also likeclose