Mengapa yogyakarta Istimewa?

Ditengah kevakuman pemerintah Republik, Sri Sultan Hamengku Buwono IX berusaha mencari cara untuk melepaskan Indonesia dari kekuasaan Belanda. Sehingga pada akhir Februari 1949, ketika tengah mendengarkan siaran radio BBC, beliau menemukan sebuah ide untuk membalikkan keadaan, yaitu dengan melakukan serangan umum terhadap Yogyakarta yang tengah dikuasai Belanda. Sehingga tepat pada tanggal 1 Maret 1949 pada pukul 6 pagi, serangan dilakukan oleh pasukan gerilya ke Yogyakarta. Serangan ini mampu mengusir keluar pasukan Belanda di Yogyakarta dan Yogyakarta berhasil dikuasai kembali selama 6 jam. Tujuan dari serangan ini adalah menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia belum mati. Dengan direbutnya Yogyakarta yang saat itu merupakan ibukota republik, api semangat perjuangan bangsa dapat dikobarkan kembali.
Pengorbanan Yogyakarta dalam penyerangan ini sangatlah besar artinya dalam perang pasca kemerdekaan. Sri Sultan Hamengku Buwono IX bahkan merelakan wilayahnya untuk menjadi medan pertempuran agar Indonesia dapat bangkit kembali. Jasa-jasa dan pengorbanan Yogyakarta bagi Indonesia tidaklah murah, banyak rakyat Yogyakarta yang tewas, terluka, ataupun hilang dalam mendukung peperangan ini, namun semua ini dilakukan semata-mata sebagai pengabdian Yogyakarta kepada Indonesia.

Karena itu, keistimewaan Yogyakarta bukanlah tanpa dasar, melainkan berdasarkan pengabdian Yogyakarta yang mengutamakan kepentingan Indonesia di atas kepentingannya sendiri. Keistimewaan ini dapat diinterpretasikan sebagai sebuah tanda terima kasih dalam bentuk penghargaan terhadap perjuangan Yogyakarta pada perang pasca kemerdekaan Indonesia.

salam Tas Rajut Kaay’s

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

You might also likeclose