Gempa 4,6sr guncang Yogyakarta dan sekitarnya

GEMPA 4,6 SR GUNCANG YOGYAKARTA DAN SEBAGIAN JAWA TENGAH

image

Tampaknya gempa-gempa di seputaran Yogyakarta mengindikasikan ke arah pre shock. Mendekati proses stabilisasi pergerakan lempeng Australia-Euroasia Zone Tengah.
Info Gempa
F-E Region:Java, Indonesia
Time:2015-09-25 13:28:53.5 UTC/20:28:53.5 WIB
Magnitude:4.5
Epicenter:110.49°E 8.03°S
Depth:5 km
Status:A – automatic
GFZ-Geofon
Lembaga Pengabdian dan Pengkajian Masyarakat dan Lingkungan
Merapi Rescue Community
Mitigation-Rescue-Conservation
Gempa 4,6 SR telah mengguncang wilayah Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah. BMKG melaporkan pusat gempa berada di darat di Barat Laut Gunung Kidul,  Yogyakarta pada kedalaman 10 km pada Jumat (25-9-2015) pukul 20.28 Wib. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Masyarakat di Wonosari, Gunung Kidul merasakan guncangan cukup keras selama sekitar 5-8 detik. Gempa juga dirasakan oleh masyarakat di Kota Yogyakarta, Sleman, Boyolali, Klaten, Magelang, Solo, Semarang, Purworejo, Pacitan. Berdasarkan peta intensitas guncangan gempa yang dirasakan di Bantul III-IV MMI (lemah). Posko BNPB telah mengkonfirmasi beberapa BPBD, dan dilaporkan belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat gempa. BPBD masih melakukan pemantauan.

Melihat posisi pusat gempa terlihat bahwa gempa ini berasal dari patahan aktif atau sesar Opak. Beberapa gempa kecil yang pusat gempanya di sekitar sesar Opak yang terjadi pascagempa besar 27-5-2006, di antaranya gempa dengan kekuatan 3,4 SR pada 24-3-2008, Senin pukul 22.18 WIB. Pada 21-8- 2010, terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,0 SR. Pusat gempanya juga di sekitar sesar Opak, yaitu di sebelah timurnya, sekitar 27 kilometer timur sesar Opak. Begitu pula pada 29-10-2010 gempa 4 SR di 13 km barat daya Wonosari. Dan pada 22-9-2015, gempa 3,3 SR di 12 km barat daya Wonosari.

Dengan melihat kondisi tersebut, wilayah Wonosari, Gunung Kidul Yogyakarta dan sekitarnya adalah daerah yang rawan gempa. Antisipasi gempa harus ditingkatkan. Konstruksi rumah tahan gempa harus betul-betul dibangun agar kuat menahan hentakan gempa. Korban jatuh bukan karena gempa, tetapi karena bangunannya. Selain itu juga perlu gladi atau latihan secara rutin dilakukan kepada masyarakat.
Sumber:
Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
Dipersembahkan oleh
kaay-official.com

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

You might also likeclose