Perpustakaan Terbesar se-ASEAN Ada di Yogyakarta

1
Pemerintah yogyakarta baru saja meresmikan Perpustakaan Daerah BPAD ( Badan Perpustakaa dan Arsip Daerah ) dengan nama Perpustakaan Ghratama Pustaka yang digadang-gadang sebagai perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara. Perpustakaan ini diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 21 Desember 2015.
Pada tanggal 4 Januari 2016 , perpustakaan terbesar se- ASEAN ini akan resmi dibuka untuk umum. Koleksi- koleksi BPAD dipindahkan disini untuk mengisi perpustakaan.
Perpustakaan ini buka mulai dari hari Senin-Sabtu. Yang menarik, ia buka dari pukul 08.00 sampai 22.00 WIB. Jadi kamu bisa bermalam-malam di sini. Mereka yang bekerja pada siang hari bisa menghabiskan malam harinya untuk mencerap ilmu pengetahuan di sini sepuasnya.
Bangunan perpustakaan ini unik lantaran memiliki empat pilar besar yang berbentuk mirip obelisk. Ke depan, ia akan menjadi ikon baru melengkapi berbagai ikon pendidikan dan kebudayaan di Kota Yogyakarta.
Konsep yang diusung adalah e-learning atau electronic learning(pembelajaran secara elektronik). Selain itu, BPAD sedang melaksanakan program Jogja Library for All. Perpustakaan ini mengedepankan kenyamanan agar para pengunjung betah berlama- lama di perpustakaan ini. Konsep nyaman ini sebagai bentuk dorongan kepada masyarakat agar rajin membaca buku. Karena buku merupakan sebuah jendela dunia. Kita bisa menambah wawasan dari membaca buku.
Pada lantai basement, merupakan kids corner atau tempat khusus untuk anak-anak. Ada berbagai fasilitas untuk anak- anak seperti, wahana film 7D karena perpustakaan ini juga mengusung konsep digitalisasi. Kemudian ada ruangan mendongeng anak, koleksi permainan anak, dan ruang musik anak.
Jika kita mempunyai koleksi buku berlebih,kita bisa menyumbangkan buku- buku yang Anda punya ke perpustakaan ini. Cukup meletakkannya saja disebuah kotak bertuliskan “Drop Box” , yang terletak di pintu masuk utama perpustakaan ini.
Pada lantai paling atas terdapat koleksi buku- buku langka dan ruang audio visual. Beberapa buku sudah di-alih media-kan, Alih media adalah pencetakan kembali sebuah buku seperti aslinya, untuk menyelamatkan agar tidak rusak karena umur buku yang sudah tua. Sehingga bisa dibaca oleh para pengunjung. “ paling tua ada buku tahun 1930 mbak “ pak Ari Susanto menambahkan.
Ruang audio visual sendiri akan digunakan untuk memutar film- film tentang Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Perpustakaan ini lebih banyak diisi oleh arsip- arsip Keraton, Pakualam, dan segalanya yang berhubungan dengan Yogyakarta.
“diperpustakaan ini full wifi dan akan ada akses internet beserta PC yang mana per jamnya dihargai 1000 rupiah saja “ungkap bapak Ari Susanto selaku staff perpustakaan terbesar di ASEAN ini.
Tempat yang sangat tenang dan nyaman ini sangat cocok untuk mengerjakan tugas- tugas. Selain itu, diperpustakaan ini juga bisa digunakan untuk rapat atau berdiskusi. karena ada beberapa ruangan terpisah berukuran sedang dilengkapi meja dan beberapa kursi.
Koleksi perpustakaan ini cukup lengkap. ada koleksi 260 ribu eksemplar buku dari 180 ribu judul.Ada 7.500 koleksi kuno yang langka, termasuk lembar negara (staatsblat).
Seluruh koleksi tadi disimpan ke dalam beberapa ruang, mulai dari ruang koleksi umum, koleksi khusus anak-anak. Perpustakaan yang dikelola BPAD DI Yogyakarta ini juga dilengkapi dengan ruang bermain anak, ruang satwa, ruang diskusi, ruangan khusus braille, serta ruang digital dengan 20 komputer yang bisa kamu akses.

salam Produsen Tas rajut Kaay

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

You might also likeclose