Selamat HUT kota jogja ke 259

image

Keberadaan Kota Yogyakarta tidak bisa lepas dari keberadaan Kasultanan Yogyakarta. Pangeran Mangkubumi yang memperjuangkan kedaulatan Kerajaan Mataram dari pengaruh Belanda, merupakan adik dari Sunan Paku Buwana II. Setelah melalui perjuangan yang panjang, pada hari Kamis Kliwon tanggal 29 Rabiulakhir 1680 atau bertepatan dengan 13 Februari 1755, Pangeran Mangkubumi yang telah bergelar Susuhunan Kabanaran menandatangani Perjanjian Giyanti atau sering disebut dengan Palihan Nagari . Palihan Nagari inilah yang menjadi titik awal keberadaan Kasultanan Yogyakarta. Pada saat itulah Susuhunan Kabanaran kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana Senopati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping I. Setelah Perjanjian Giyanti ini, Sri Sultan Hamengku Buwana mesanggrah di Ambarketawang sambil menunggui pembangunan fisik kraton.

      Sebulan setelah ditandatanganinya Perjanjian Giyanti tepatnya hari Kamis Pon tanggal 29 Jumadilawal 1680 atau 13 Maret 1755, Sultan Hamengku Buwana I memproklamirkan berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan ibukota Ngayogyakarta dan memiliki separuh dari wilayah Kerajaan Mataram. Proklamasi ini terjadi di Pesanggrahan Ambarketawang dan dikenal dengan peristiwa Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram – Ngayogyakarta. Pada hari Kamis Pon tanggal 3 sura 1681 atau bertepatan dengan tanggal 9 Oktober 1755, Sri Sultan Hamengku Buwana I memerintahkan untuk membangun Kraton Ngayogyakarta di Desa Pacethokan dalam Hutan Beringan yang pada awalnya bernama Garjitawati.
mbangunan ibu kota Kasultanan Yogyakarta ini membutuhkan waktu satu tahun. Pada hari Kamis pahing tanggal 13 Sura 1682 bertepatan dengan 7 Oktober 1756, Sri Sultan Hamengku Buwana I beserta keluarganya pindah atau boyongan dari Pesanggrahan Ambarketawan masuk ke dalam Kraton Ngayogyakarta. Peristiwa perpindahan ini ditandai dengan candra sengkala memet Dwi Naga Rasa Tunggal berupa dua ekor naga yang kedua ekornya saling melilit dan diukirkan di atas banon/renteng kelir baturana Kagungan Dalem Regol Kemagangan dan Regol Gadhung Mlathi. Momentum kepindahan inilah yang dipakai sebagai dasar penentuan Hari Jadi Kota Yogyakarta karena mulai saat itu berbagai macam sarana dan bangunan pendukung untuk mewadahi aktivitas pemerintahan baik kegiatan sosial, politik, ekonomi, budaya maupun tempat tinggal mulai dibangun secara bertahap. Berdasarkan itu semua maka Hari Jadi Kota Yogyakarta ditentukan pada tanggal 7 Oktober 2009 dan dikuatkan dengan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2004
KONDISI GEOGRAFIS KOTA YOGYAKARTA

I.BATAS WILAYAH
      Kota Yogyakarta berkedudukan sebagai ibukota Propinsi DIY dan merupakan satu-satunya daerah tingkat II yang berstatus Kota di samping 4 daerah tingkat II lainnya yang berstatus Kabupaten
      Kota Yogyakarta terletak ditengah-tengah Propinsi DIY, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut
Sebelah utara : Kabupaten Slema
Sebelah timur : Kabupaten Bantul & Slema
Sebelah selatan : Kabupaten Bantul
Sebelah barat : Kabupaten Bantul & Sleman
Wilayah Kota Yogyakarta terbentang antara 110o 24I 19II sampai 110o 28I 53II Bujur Timur dan 7o 15I 24II sampai 7o 49I 26II Lintang Selatan dengan ketinggian rata-rata 114 m diatas permukaan laut
II     KEADAAN ALAM
      Secara garis besar Kota Yogyakarta merupakan dataran rendah dimana dari barat ke timur relatif datar dan dari utara ke selatan memiliki kemiringan ± 1 derajat, serta terdapat 3 (tiga) sungai yang melintas Kota Yogyakarta, yaitu :
      Sebelah timur adalah Sungai Gajah Wong
      Bagian tengah adalah Sungai Code
      Sebelah barat adalah Sungai Winongo

III     LUAS WILAYAH
      Kota Yogyakarta memiliki luas wilayah tersempit dibandingkan dengan daerah tingkat II lainnya, yaitu 32,5 Km² yang berarti 1,025% dari luas wilayah Propinsi DIY
      Dengan luas 3.250 hektar tersebut terbagi menjadi 14 Kecamatan, 45 Kelurahan, 617 RW, dan 2.531 RT, serta dihuni oleh 489.000 jiwa (data per Desember 1999) dengan kepadatan rata-rata 15.000 jiwa/Km²

IV     TIPE TANAH
      Kondisi tanah Kota Yogyakarta cukup subur dan memungkinkan ditanami berbagai tanaman pertanian maupun perdagangan, disebabkan oleh letaknya yang berada didataran lereng gunung Merapi (fluvia vulcanic foot plain) yang garis besarnya mengandung tanah regosol atau tanah vulkanis muda Sejalan dengan perkembangan Perkotaan dan Pemukiman yang pesat, lahan pertanian Kota setiap tahun mengalami penyusutan.  Data tahun 1999 menunjukkan penyusutan 7,8% dari luas area Kota Yogyakarta (3.249,75) karena beralih fungsi, (lahan pekarangan)
V     IKLIM
      Tipe iklim “AM dan AW”, curah hujan rata-rata 2.012 mm/thn dengan 119 hari hujan, suhu rata-rata 27,2°C dan kelembaban rata-rata 24,7%.  Angin pada umumnya bertiup angin muson dan pada musim hujan bertiup angin barat daya dengan arah 220°  bersifat basah dan mendatangkan hujan, pada musim kemarau bertiup angin muson tenggara yang agak kering dengan arah ± 90° – 140° dengan rata-rata kecepatan 5-16 knot/jam

VI     DEMOGRAFI
      Pertambahan penduduk Kota dari tahun ke tahun cukup tinggi, pada akhir tahun 1999 jumlah penduduk Kota 490.433 jiwa dan sampai pada akhir Juni 2000 tercatat penduduk Kota Yogyakarta sebanyak 493.903 jiwa dengan tingkat kepadatan rata-rata 15.197/km².  Angka harapan hidup penduduk Kota Yogyakarta menurut jenis kelamin, laki-laki usia 72,25 tahun dan perempuan usia 76,31 tahun.
Apa saja rangkaian Ultah kota jogja?
Pemerintah Kota Yogyakarta juga akan mengemas bulan Oktober menjadi bulan ulang tahun Kota Yogyakarta. Akan banyak acara untuk menyemarakkan HUT ke-259 Kota Yogya selama sebulan penuh.
Rangkaian Ultah kota jogja
1. Penandaan di Titik Nol Kilometer
Rangkaian acara atau kegiatan ultah Jogja di awali oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dengan menggelar aksi donor darah di Pendapa Balaikota. Kegiatan lainnya adalah melakukan penandaan di Titik Nol Kilometer yang sekarang sedang dalam tahap revitalisasi, perbaikan Taman Parkir Abu Bakar Ali yang nantinya akan menjadi Zid Triple Dekker atau parkir tingkat, dan adanya bus wisata yang akan menjadi surprise tersendiri. Semua rangkaian kegiatan ini dilakukan sebelum hari H.

2. Pawai Budaya Jogja Istimewa
Pawai Budaya Jogja Istimewa akan menjadi puncak rangkaian perayaan HUT ke-259 Kota Yogyakarta. Kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat warga Kota Yogyakarta dari 14 kecamatan ini akan digelar 7 Oktober 2015 mulai pukul 19.00 WIB.

Sesuai dengan tema kali ini, Pesta Rakyat Jogja, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta juga akan melibatkan seluruh masyarakat Kota Yogya, termasuk komunitas dan perwakilan Sister City bekerjasama dengan Pemkot Yogyakarta, dengan target awal mencapai 3500 – 4000 peserta.

Pawai ini akan melewati sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dari arah timur dimulai dari seputaran Restoran Mc Donald. Nantinya peserta akan memberikan atraksi dihadapan panggung tamu kehormatan yang ditempatkan di sekitar Tugu Pal Putih. Selanjutnya peserta akan melanjutkan pawai melewati Jalan Margo Utomo (P Mangkubumi) dan berakhir di exs Kedaung.

3. Pawai Budaya Tradisional
Selain kirab pawai budaya seperti disebutkan sebelumnya, akan ada juga Pawai Budaya yang melibatkan unsur tradisional di 34 pasar tradisional di Kota Yogyakarta pada 4 Oktober. Pawai ini akan menempuh rute dari Pasar Beringharjo menuju Plaza Pasar Ngasem.

4. Pemasangan Lampion
Sesuai dengan tema Pesta Rakyat Jogja, Pemerintah Kota Yogyakarta juga meminta kepada warga Kota Yogyakarta untuk mendukung kemeriahan rangkaian acara tersebut dengan berpartisipasi memasang penjor dan lampion di depan rumah warga dari tanggal 1 Oktober sampai dengan 31 Oktober. Disain lampion bebas dengan menampilkan logo 259.

5. Wahana Baru di Taman Pintar
Ada juga beberapa tempat wisata yang akan memanfaatkan momen ulang tahun ini dengan meluncurkan wahana baru sebagai kado istimewa bagi Kota Yogyakarta, salah satunya adalah wisata edukasi Taman Pintar, yang akan segera memiliki Paleontology Park. Wahana ini menampilkan kehidupan di zaman purba, salah satunya kehidupan dinosaurus yang bisa dinikmati pengunjung. Wahana ini ditargetkan bisa dibuka untuk umum pada 7 Oktober 2015 atau bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kota Yogyakarta.

Nah, tunggu apalagi, bersama Semberani Rent segera rencanakan liburan Anda, nikmati semua keramahan dan keindahan yang akan tersaji di kota gudeg ini. Masih ada waktu beberapa hari untuk mempersiapkan semuanya termasuk transportasi menuju dan saat berada di Jogja dengan jasa rental mobil Jogja. Dengan sewa mobil di Jogja akan mempermudah Anda untuk berada dari satu lokasi ke lokasi yang lain, sehingga Anda dapat mengikuti semua kemeriahan dan semaraknya perayaan HUT Jogja ke -259 tahun ini.

Sumber:
http://yogyatugu.blogspot.co.id/2012/03/berdirinya-kota-jogjakarta.html
http://jogja.semberani.com/perayaan-hut-ke-259-yogyakarta-bersama-rental-mobil-jogja/

Dipersembahkan oleh:
kaay-official.com

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

You might also likeclose