Sendang  Beji

sendang biji

Sendang beji ini berada di Pedukuhan Parangrejo, Kelurahan Girijati, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul. Berbekal informasi dari warga, sambil mengayuh sepeda melewati jalan cor blok, rasa penasaran itu terjawab sudah ketika sudah sampai di area Sendang Beji. Sendang ini sumber air yang mengalir jernih , sebuah mata air di bawah pegunungan

sendang beji berasal dari kata jawa Beji yang berarti diajeni atau dalam bahasa Indonesianya bermakna dihormati. Lebih lanjut Mbah Inem menceritakan bahwa Sendang Beji terbentuk dari air tanah yang muncul ke permukaan atau lebih sering disebut mata air yang membentuk sungai kecil yang mengalir sampai ke pantai selatan / pantai Parangtritis yang selanjutnya dijadikan sebagai tempat padusan atau pemandian. Dulu Sendang tersebut konon katanya cukup besar, sehingga pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VI sendang tersebut dibendung guna untuk irigasi dan keperluan warga sekitar.

di Sendang Beji, Terlihat  Miniatur Patung sepasang kekasih yang menceritakan Nawang Wulan dan Joko Tarub juga beberapa pipa warna yang menggunakan air sendang untuk keperluan sehari-hari

Terdapat beberapa prasasti Trisoka yang ada di sejumlah titik Sendang Beji, Salah satunya yang bertuliskan Ngudi Sejatining Becik,  Nggayuh Urip Kepenaran, Berbudhi Bowo Leksono. Maksud dari prasasti yang juga sebuah kata-kata pepeling atau pengingat adalah Selalu berusaha mencari kebenaran sejati, Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk hidup yang tepat dan Berjiwa besar. Sendang Beji ini ramai di kunjungi pada bulan Suro atau Muharram. Konon katanya, ditempat ini jika pada bulan jawa tersebut sampai berjubel pengunjung yang akan memandikan pusakanya. Selain itu tempat ini juga bisa digunakan untuk menepi sembari merefresh pikiran dari hiruk pikuk kepenatan jogja yang semakin hari semakin semrawut.

Terlepas dari itu cerita itu semua, mari jaga apa yang ada disekitar kita tanpa harus merusaknya. Seperti kata filosofi Sendang Beji yaitu di ajeni yang berarrti di hormati untuk dijaga

Rute ke Sendang Beji ini adalah sama seperti ke puncak Paralayang, hanya saja ketika di pertigaan terakhir sebelum sampai kepuncak belok kiri. Dari pertigaan ini kurang lebih 500 meter, mengikuti jalan cor blok dan ketika sampai di pertigaan antara jalan cor blok dan jalan tanah ditanjakan ambil jalan yang agak turun ( jalan tanah). Nanti akan bertemu dengan rumah warga/sebagai tempat parkir. Akses kendaraan parkir paling pool yang cuma sampai disitu, selebihnya jalan kaki, tidak terlalu jauh, dibalik rumah tersebut telah terlihat mata air dengan beberapa pohon besar tumbuh disekitar sendang tersebut.

Salam Produsen Tas Rajut Kaay

No comments yet.

Tinggalkan Balasan

You might also likeclose